Depot Pertamina Lubuklinggau Kembali Didemo Mahasiswa

129
https://www.nusantarasumsel.com/wp-content/uploads/2020/01/Megang...jpg

LUBUKLINGGAU NS – Sejumlah massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Badan Exsekutif Mahasiswa (BEM) kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, gelar aksi demo didepan Pertamina Lubuklinggau, Senin (23/12/2019).

Aksi kali ini pendemo mempertanyakan janji pihak petinggi pertamina yang akan menyelesaikan persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Solar Subsidi di tiga Daerah yaitu kabupatenMusirawas, Kota Lubuklinggau dan Muratara.

Koordinator Aksi, Reta Andhika, menegaskan, aksinya yang kedua kali ini meminta pihak pertamina jangan hanya berjanji kalau tidak bisa membuktikan dan dia mempertanyakan apa penyebab kelangkaan solar di tiga wilayah ini?

“kami kesini dalam kepentingan hajat. Kami telah beberapa kali kekios BBM, yang terjadi sesuai yang di keluhkan masyarakat. Ada beberapa oknum pegawai kios BBM lebih mengutamakan mengisi jerigen ketimbang mengisi kendaraan roda dua,” kata Reta yang juga wakil ketua bidang kaderisasi DPC GMNI Lubuklinggau.

Dikatakan, maraknya isu kencing BBM, maka. kami disini menagih janji pihak pertamina yang mana pada aksi pertama, beliau berjanji akan menyelesaikan masalah masalah ini dalam waktu satu bulan, tapi kenyataan nya mana?,” tanyanya.

Dalam orasinya Reta juga meminta petinggi pertamina Depo Lubuklinggau segera mengundurkan diri, karena dianggap tidak mampu menuntaskan persoaalan kelangkaan BBM.

“Kami minta Petinggi Pertamina segera mengundurkan diri dari jabatannya, karena tidak mampu membawa keadaan lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, ketua DPC GMNI Lubuklinggau, Rike Dwi Putra,.mengatakan, kejadian seperti ini bukan pertama kali.

“Ini masalah klasik yang harus di putus mata rantainya, agar masyarakat bisa menikmati BBM bersubsidi,” kata ketua GMNI Lunuklinggau.

Dikatakan, dirinya sangat kecewa dengan keadaan yang terjadi saat ini. Sering terjadi antrian panjang di kios BBM akibat kelangkaan BBM jenis solar, kasihakan melihat masyarakat kecil,” ucapnya.

“Kami minta pihak yang terkait, baik itu pertamina maupun pihak keamanan segera membentuk tim investigasi untuk menyelesaikan persolan ini,” pungkas Rike.

Sebelumnya, sejumlah pemuda, mahasiswa, dan supir yang menamakan diri dari aliansi pemuda MLM pada Rabu, (30/10/2019) mendatangi pertamina menggunakan empat buah mobil dan puluhan sepeda motor menggelar aksi terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tiga wilayah Musi Rawas (Mura), Kota Lubuklinggau, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) MLM.

Koordinator aksi Faisal Effendi saat itu menjelaskan, kelangkaan BBM sudah sangat meresahkan masyarakat terutama di kalangan industri rumah tangga, usaha mikro, pertanian, dan transportasi.

Dilanjutkannya, kelangkaan solar ini sudah lama terjadi dan tidak ada penjelasan resmi dari pihak Pertamina. “Apakah kelangkaan ini benar-benar langka ataukah disengaja oleh mafia migas,” tanya Faisal saat itu(RJ/MD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here