Daya Tahan Usaha Ayam Potong di Tengah Pandemi

442

REJANG LEBONG, NS – PANDEMI Covid-19 hingga saat ini masih mewabah. Dampak wabah virus ini menggerus hampir disetiap lini usaha perekonomian masyarakat. Tidak sedikit para pelaku usaha mandiri terpaksa gulung tikar, tak terkecuali bagi pelaku usaha ayam potong.

Bagaimana trik mempertahankan usaha ditengah pandemi? Berikut perbincangan singkat dengan Fauzi, pengusaha ayam potong asal Desa Kampung Jeruk, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu,Senin 24/5/2021.

Fauzi merupakan salah pengusaha ayam potong yang masih tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang telah sejak 2020. Sebagai pelaku usaha yang berdiri sendiri, Fauzi mengakui jika bisnis yang sudah dijalankannya sejak 2014 itu juga ikut terdampak.

Terutama soal omzet yang menurun cukup drastis, yakni hingga 60 persen. Namun sebagai pebisnis yang sudah terbiasa mengalami untung rugi, Fauzi memiliki trik-trik sederhana yang diyakininya mampu mempertahankan usaha keluarga ini.

“Dalam dunia bisnis dibutuhkan kerja keras dan strategi yang tepat, termasuk mempromosikan usaha. Selain itu, perbanyaklah sedekah dan silaturrahmi. Inilah trik jitu untuk mempertahankan usaha kita, apapun itu. Semboyan saya, jika sholat itu tiang agama, maka sedekah adalah tiang usaha,” ujar Fauzi.

Menurut dia, dengan bersedekah maka Allah SWT akan menggantinya dengan berlipat-lipat. Demikian dengan silaturrahmi. Karena silaturrahmi dapat memperpanjang usia dan menambah rezeki.

Ditambahkannya, hingga saat ini usaha yang dilakoninya mampu mempekerjakan 12 orang karyawan sekarang tinggal mempekerjakan 6 orang karyawan yang direkrut dari warga di sekitar tempat tinggalnya. Harapannya, meski dalam kondisi pandemi usaha ayam potong ini tetap bisa bertahan dan membantu warga, paling tidak tetangga terdekat. (Adam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here