Pemkot Lubuk Linggau Terapkan Wajib Masker di KTL

86
https://www.nusantarasumsel.com/wp-content/uploads/2020/01/Megang...jpg

LUBUKLINGGAU, NS – Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengatakan pihaknya terus bersiap menguatkan berbagai sektor untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

Walikota menghimbau masyarakat jangan panik dan tetap waspada, selalu menjaga jarak, selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat, usahakan untuk tidak keluar rumah, sering mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir. Jika keluar rumah, pakailah masker.

Langkah-langkah yang sejak awal dilakukan yaitu meliburkan sekolah, meniadakan sementara salat berjamaah di masjid, melakukan penyemprotan disinfektan (8 kali), mendirikan posko perbatasan lengkap dengan disinfektan gate otomatis, membagikan masker, menyiapkan hotel untuk karantina dan tenaga medis, menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD).

Selain itu, Pemkot Lubuk Linggau juga menyiapkan alat rapid tes, menyiapkan rumah sakit, dan menyiapkan jaring sosial berupa bantuan sembako tahap I dan tahap II untuk masyarakat miskin, tidak mampu dan rentan tidak mampu.

Sabtu, (25/4/2020) giliran Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) mulai dari Simpang Lintas RCA hingga Masjid Agung As Salam atau selama ini digunakan untuk Car Free Day pada setiap hari Minggu, dialihkan sebagai kawasan wajib masker, wajib Physical Distancing dan kawasan tanpa kerumunan (KTK).

Hal ini dilakukan sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Lubuklinggau oleh Pemerintah Kota (Pemkot) bersama Kodim dan Polres Lubuklinggau.

Memasuki kawasan ini pengendara baik Roda 4 (R4) maupun Roda 2 (R2) wajib melalui Disinfektan Gate, kecuali yang menbonceng anak-anak atau membawa makanan bagi pengendara R2.

“Iya, ini kawasan jaga jarak, kawasan wajib masker dan kawasan bebas dari kerumunan,” kata Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe.

Sementara, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa menjelaskan setiap memasuki kawasan tersebut dijaga pihak kepolisian, Satpol PP, Dishub, TNI dan dari Dinas Kesehatan.

“Jadi pos dalam artian seperti pos sebelumnya yang sudah ada, akan di periksa suhu badan denga thermo gun, diberikan masker apabila tidak pakai masker,” jelasnya. (Advetorial/Rudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here