Di Mura, Desa Mandi Aur Kali PertamaTerapkan Aplikasi ADDO

195

MUSI RAWAS, NS – Kabar gembira bagi masyarakat Desa Mandi Aur, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas (Mura). Pasalnya, untuk mendapatkan pelayanan administrasi, warga tak lagi perlu datang ke Kantor Desa, hanya cukup klik https://addodesamandiaur.id/.

Kepala Desa (Kades) Mandi Aur, Dodi Johan mengatakan, aplikasi tersebut bernama Administrasi Desa Digital Online (ADDO). Dimana Desa Mandi Aur menjadi yang pertama di Kabupaten Mura, yang memiliki pelayanan administrasi berbasis aplikasi dan web.

“Untuk di Kabupaten Mura, baru Desa Mandi Aur yang menerapkannya. Bahkan di Indonesia, baru di Banyu Wangi dan rencana di Muara Enim,” kata Dodi, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (13/01/2022).

Dodi menyampaikan, dengan adanya aplikasi ADDO tersebut, tentu akan sangat membantu perangkat desa dan masyarakat. Sebab, melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa mengakses seluruh kebutuhan dan keperluan.

“Aplikasi ini mempermudah masyarakat dalam mengajukan permohonan surat layanan, hanya dengan memasukan nomor NIK seluruh keperluan administrasi desa bisa langsung di print dan digunakan,” ujarnya.

Aplikasi ADDO lanjut Dodi, ini bisa mengakses semua pelayanan administrasi, baik domisili, rekomendasi pembuatan Kartu Keluarga (KK), surat keterangan kematian dan lainnya.

“Caranya mudah, cukup buka google chrome atau browser di HP, kemudian masukan alamat https://addodesamandiaur.id/ dan masukan NIk. Nanti akan muncul pilihan pelayanan, tinggal pilih sesuai keperluan,” ungkapnya.

Dengan adanya aplikasi tersebut sambung Dodi, maka masyarakat tidak lagi perlu datang ke Kantor Desa untuk mendapatkan surat rekomendasi, cukup dari rumah.

“Aplikasi ini saya dapat dari jaringan kawan di Bali yang saya diundang ke Desa Mandi Aur, kemudian uji coba, dan ternyata bagus dan bermanfaat. Jadi saya terapkan di Mandi Aur,” akunya.

Dodi berharap, agar seluruh desa di Kabupaten Mura bisa ikut menerapkan aplikasi tersebut, terlebih saat ini sedang penyusunan APBDes, sehingga bisa dimasukkan.

“Ketika desa lain ingin juga menerapkannya, maka kita undang lagi ke Mura, untuk memberikan edukasi,” pungkasnya. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here