Bertepatan Hari Diknas, Ribuan Guru Unjuk Rasa di PN Lubuklinggau

107
LUBUKLINGGAU, NS – Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Selasa 2 Mei 2023. Ribuan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Musi Rawas unjuk rasa ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau.
Dengan di awali rute di Masjid Agung As Salam Kota Lubuklinggau, kemudian masa menuju ke PN Lubuklinggau, sekitar pukul 09.00 Wib.
Ketua PGRI Kabupaten Musi Rawas, Raslim mengatakan hari ini sekitar 1000 guru melakukan unjuk rasa, berangkat dari bentuk solidaritas sesama teman sejawat dari permasalahan hukum.
“Antusias guru yang ingin membela dan melakukan solidaritas terhadap Sularno tinggi, “kata Raslim saat diwawancara NusantaraSumsel.com di sela-sela unjuk rasa.
Raslim menambahkan, pihaknya mencoba meyakinkan Majelis Hakim bahwa Sularno ini tidak bermaksud menyakiti atau menendang muridnya. Ia bukan hanya mendidik tapi mengajak bahkan merubah perilaku dari anak didiknya tersebut.
“Kedepan kami akan terus memantau perkembangan sidang kasus ini. Agar sesuai dengan harapan bersama Sularno bisa bebas, ” tegas Raslim.
Dari unjuk rasa ini, pihaknya tidak hanya menuntut Sularno bebas, tapi sekaligus memberikan perlindungan hukum terhadap guru. Sehingga dari kasus ini guru bisa belajar dan membaca peraturan undang-undang.
Seperti diketahui, Sularno, salah seorang guru SD Negeri Sungai Naik, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan menjalani sidang mendengarkan tanggapan jaksa atas pembelaan atau eksepsi.

Kronologi awal kejadian, pada Kamis 20 Oktober 2022 sekitar pukul 07.30 Wib, Sularno mengajar seperti biasa. Kemudian ada satu muridnya yakni inisial KV, tidak  hafal tugas yang diberikan Sularno.

KV mendapatkan punishment. Tetapi saat menjalani hukuman itu KV mengobrol dengan temannya. Sehingga membuat Sularno agak marah. Kemudian langsung menendang korban KB ke arah pinggang sebelah kanan korban sebanyak satu kali.

Lalu, membuat bibi dan nenek dari KV tidak terima, kemudian melapor ke Polsek BTS Ulu.  Di Polsek pihak PGRI turun melakukan upaya perdamaian namun, pihak keluarga tidak mau damai. (Naa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here