Pencapaian Kinerja BNN Lubuklinggau Tahun 2019 Penuhi Target

47
https://www.nusantarasumsel.com/wp-content/uploads/2020/01/Megang...jpg

LUBUKLINGGAU, NS – Sasaran utama dari pencegahan dan penyalahgunaan narkoba yaitu pada usia produktif Hal itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Lubuklinggau, AKBP Himawan Bagus Riyadi saat gelar press release akhir tahun 2019 di kantor BNN Lubuklinggau pada Senin (23/12/2019) lalu.

Informasi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat disebar melalui beberapa institusi dan media di Lubuklinggau, selain itu pihaknya juga memberi Informasi pencegahan serta imbauan difokuskan pada generasi muda.

“Informasi pencegahan dan imbauan kita sebar melalui media cetak, media electronik, institusi pendidikan, institusi pemerintah, institusi swasta, bahkan kelompok masyarakat,” paparnya Kepala BNN Lubuklinggau.

Terkait pencapaian kinerja program pemberdayaan pencegahan narkoba ke masyarakat tahun 2019 telah memenuhi target.

“Target kita 7 persen dari jumlah penduduk, saat ini 33.168 orang yang sudah terpapar informasi, artinya melampaui target 14,47 persen dari jumlah penduduk sudah diberikan informasi,” terang Kepala BNN Lubuklinggau.

Keapala BNN juga memberikan informasi data terkait rehabilitasi kepada masyarakat yang positif menyalahgunakan narkoba dan usia produktif merupakan usia yang paling banyak direhab.

“Disini ada 75 orang direhab, kebanyakan keluarga datang sendiri kesini untuk direhab, karena kalau lapor tidak ditahan melainkan diisolasi dalam proses rehabilitasi,” ujarnya.

Lanjut dia, adapun jumlah yang direhab diantaranya, 26 orang usia 26-35 tahun, 18 orang usia 17-25 tahun, 4 orang usia 36-45 tahun, 7 orang usia 12-16 tahun, 5 orang usia 46-50 ada dan 5 orang usia diatas 50 tahun,” bebernya.

Diatara jumlah tersebut, status pendidikan SMA menjadi yang terbanyak direhab, faktor utama penyalahgunaan narkoba yaitu lingkungan sosial, ajakan teman dan keluarga,” imbuhnya.

Kalau pendidikan SMA 38 orang, tidak sekolah 2 orang, SD 8 orang, SMP 15 orang, Sarjana 11 orang. Semua itu kebanyakan menggunakan narkoba jenis sabu dan ekstasi,” paparnya.

Kepala BNN berharap kepada pemerintah kota Lubuklinggau agar menciptakan kampung bersih narkoba (bersinar). Jika tim terpadu sudah dibuat, kita coba bangun kampung bersinar yang akan menjadi contoh pemberdayaan masyarakat produktif melawan narkoba,” pungkasnya. (Rajab)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here